Korupsi, alibi pembenaran relasi dalam gaji KPK dan POLRI

Posted by Widiari

Beberapa waktu lalu ada sebuah pernyataan mengejutkan dari seorang jendral polisi,  yaitu Komjen Pol Nanan Sukarna yang menyatakan bahwa gaji polisi yang rendah memicu terjadinya korupsi di tubuh Polri, sehingga seorang jendral terpaksa mengeluh dengan kata kata," bagaimana kami tidak korupsi, kalau gaji kammi masih kecil dan segitu segitu saja". Oouuw..... dalam hati saya langsung bertanya tanya, lalu bagaimana dengan para buruh yang gajinya di bawah UMK?....

Masalah ini mengemuka sehubungan adanya penyidik Polri yang bertugas di KPK memilih bertahan di KPK, daripada kembali ke kesatuannya di Polri, dan lebih banyak karena faktor gaji. Gaji di KPK, ditengarai memang lebih besar daripada gaji di Polri.

Titik point yang ingin saya katakan adalah, benarkah gaji kecil sebagai pembenaran atas tindakan korupsi? apakah ada jaminan bahwa gaji besar menghindarkan seseorang berperilaku korupsi. Bicara soal korupsi, saya berpendapat bahwa saya sedang membicarakan diri saya sendiri... saya koruptor?? bukan hanya saya, tapi seluruh warga negara Indonesia adalah koruptor... bahkan seluruh warga dunia yang masih hidup ini adalah koruptor....hanya saja apa yang di korupsi lain lain. Ada yang korupsi uang milyaran seperti para pengusaha dan pejabat negara, tapi ada juga yang hanya bisa korupsi jam kerja, seprti saya ini, adakalanya menggunakan jam kerja untuk main main atau sekedar ngobrol kesana kemari, membuang waktu produktive...

Mental?.. faktor utama dalam mempengaruhi budaya korupsi di negeri ini. Seorang maling, apabila diberikan uang banyak, pekerjaan mapan, dan segala kemewahan, tidak menjamin akan bertobat dan berhenti maling ketika ia melihat sesuatu yang belum ia miliki.Sesuatu yang dapat membuatnya berhenti hanya ada dua perkara yaitu dia sadar dengan sendirinya bahwa itu tidak baik dan dapat berakibat buruk baginya dan sadar karena dalam posisi sudah tak berdaya, misal sakit atau tidak lagi mampu.

Penjara?..itu sama sekali tidak menimbulkan efek jera. Berapa banyak orang yang dipenjara, tapi ketika keluar justru semakin menggila?? ..

Yang dihadapi oleh kita, adalah diri kita sendiri, dan benarlah apa yang dikatakan oleh Bung Karno. Beliau pernah berkata, jika perjuangannya lebih mudah karena melawan penjajah asing, tapi perjuangan kita lebih berat karena melawan penjajahan oleh bangsa sendiri melalui budaya korupsi berjamaah secara massal.... bisa membayangkan... udah berjamaah.. massal pula???


Tulisan Lainnya (silakan baca)